Yang Tersisa Dari Festival Serabi

Tak Berkategori

[K]ebumen – Festival serabi yang digelar di Alun-alun Kebumen pada Minggu (27/09) berhasil memecahkan rekor Muri untuk kategori membuat serabi terbanyak. Meskipun begitu penyelenggaraan Festival ini menyisakan kekecewaan dari para  pedagang serabi, pasalnya uang subsidi yang diterima tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Awal mula tertera dibrosur peserta dijanjikan uang subsidi sebesar Rp.150.000,- tetapi pada pelaksanaanya hanya mendapatkan subsidi sebesar Rp. 100.000,- 

[one-half-first]

[M]enurut salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya, uang subsidi tersebut sangat kurang, untuk biaya angkut becak saja sudah Rp. 20.000,- belum lagi untuk belanja bahan baku. Hal ini juga dirasakan para pedagang serabi yang berasal dari daerah Puring, karangsabung, kutowinangun.

Selain kekecewaan peserta, juga saat pada saat prosesi acara terlihat carut marut, [/one-half-first]
[one-half][/one-half]salah satunya pada saat kirab dengan iringan musik bambu bersamaan dengan musik senam sehingga membuat pengunjung bingung harus menikmati acara yang mana. Kesiapan panitia dirasa masih sangat kurang, terlihat dari banyak protes dari peserta (pedagang srabi) dan keluhan yang dilontarkan kepada panitia pada awal sebelum acara dilaksanakan sehingga terkesan terlalu dipaksakan.-krmn- (darsono/B82)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

bram

Berbagi itu asik

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer