7:51 pm - Senin Maret 30, 2020

Festival Srabi 2015 “Mendongkrak Srabi Sebagai Kuliner Andalan Daerah”

1746 Viewed bram Komentar Dinonaktifkan pada Festival Srabi 2015 “Mendongkrak Srabi Sebagai Kuliner Andalan Daerah”

#Kebumen NeWS

[F]estival ini digelar untuk memecahkan Rekor Muri untuk kategori Srabi Terbanyak Nasional. Mengangkat derajat Srabi sebagai kuliner andalan daerah . Membangun kesadaran relijius, patriotisme dan egaliter masyarakat, Turut mengkampanyekan Pilkada damai dan bersih, Mendukung pengembangan sektor pariwisata terutama wisata kuliner untuk wisatawan lokal, nasional , internasional dan Membantu meningkatkan pendapatan masyarakat

[one-half-first]

[S]ekilas Sejarah Srabi Kabupaten Kebumen, propinsi Jawa Tengah, Indonesia, secara geografis terletak 7”27’ – 7”50’ Lintang Selatan dan 109” 22’ – 109’-50’ Bujur Barat. Kabupaten ini, berada di bagian tengah selatan Pulau Jawa, antara Kabupaten Purworejo di sebelah timur dan Kabupaten Banyumas di sebelah barat. Wilayahnya terdiri pegunungan, dataran rendah  dan pesisiran  yang  berhadapan lansung Samudera Hindia.

Sebagian luas wilayah merupakan areal pertanian yang subur. Dalam peta kebudayaan, wilayah kabupaten Kebu-men berada diantara wilayah budaya negari gung keraton Jogjakarta-Surakarta, dan manca negari gung, yaitu wilayah kebudayaan Banyumasan. Masyarakat Kebumen dikenal penuh patriotisme, egaliter dan memiliki beragam produk kebudayaan khas. Sejarah mencatat, daerah ini merupakan daerah perlawanan terhadap kolonial.

Perlawanan terjadi sejak zaman Mataram hingga jaman Kemerdekaan. Saat Sultan Agung akan menyerang kolonial Belanda di kota Batavia (1628-1629) Kebumen merupakan wilayah penyiapan prajurit yang tangguh serta penyedia logistik. Patriotisme masyarakat Kebumen teruji. Selain membantu menyerbu Batavia, juga melindungi para bangsawan Mataram, prajurit dan para ulama yang akan dibunuh Amangkurat I yang berkhianat dan berpihak pada Belanda.

Pada zaman perjuangan kemerdekaan Kebumen melahirkan banyak sukarelawan dan tentara nasional yang gigih melawan Belanda dan para kroninya. Masyarakat memandang, penjajahan itu bertentangan dengan nilai – nilai agama yang memandang kedudukan agama adalah sama di muka Allah Swt, karena yang membedakan hanyalah iman. Semua menjadi bukti masyarakatnya egaliter, tidak mengenal perbedaan status yang dilatarbelakangi oleh keturunan, kekuasaan, dan harta benda.[/one-half-first][one-half][/one-half]

SRABI, makanan tradisional berbahan baku tepung beras dimasak dengan cara disangrai dengan cobek dan tungku tanah. Kuliner tradisional ini memiliki nilai sangat tinggi dalam sejarah dan membangun nilai egaliter dalam masyarakat Kebumen. Dalam penyiapan prajurit dan logistik saat Sultan Agung hendak menyerang Batavia, srabi menjadi makanan pagi hari untuk sarapan prajurit dan masyarakat.

Mereka menikmati sarapan srabi setelah Shalat Subuh. Disiplin prajurit Mataram dibina dengan shalat lima waktu, termasuk shalat Subuh berjamaah. Seusai sholat Subuh mereka berdiskusi dan bertukar informasi sambil mengerumuni tungku yang sedang untuk memasak serabi dengan kayu bakar.

Dari dua aktivitas rutin ini disiplin, kebersamaan, kesatuan prajurit dan masyarakat dibina. engingat posisi serabi yang sangat penting dalam membangun karakter relijius, patriotik dan egaliter masyarakat Kabumen, tidak belebihan kalau makanan ini kita revitalisasi dan kita jadikan Ikon budaya masyarakat Kebumen. Upaya ini akan kita wujudkan dalam sebuah Festival Akbar dan Pemecahan Rekor Nasoinal versi Musium Rekor Indonesia (Muri).

BENTUK KEGIATAN A . PERLOMBAAN . Lomba Serabi Terenak Para peserta festival dalam hal ini para pedagang srabi karyanya akan dinilai oleh para dewan juri para ahli kuliner dan konsumen. Prioritas juara hanya untuk srabi khas Kebumen . Lomba Model Duta Serabi, Para peserta terdiri putra putri, mengenakan batik kebumen. Kriteria penampilan terkuat sesuai tema kegiatan, serta kemampuan berkomunikasi dengan pengunjung .

Lomba Fotografi 3 Para peserta adalah pengunjung festival baik dari komunitas fotografi , masyarakat umum, tanpa ketentuan standar teknologi kamera. Kriteria unik, segar, pesan kuat sesuai tema kegiatan. 1.Berjamaah Subuh di Mesjid 2.Ceramah . 3Kirab ke alun – alun . 4Senam Pagi Massal . Musik Liive Jazz Odrot-Odrot 5 Agung .

 

[one-third-first][Y]ang akan di ikuti Sekitar 100 penjual srabi akan menggelar dagangan bersama. Mereka memasak srabi dengan kayu bakar, luweng/ tungku dan layah / kuali kecil berbahan tanah di bawah tenda di kawasan alun-alun Kebumen. 2. Setiap pedagang membawa sendiri alat kerja dan bahan srabi.[/one-third-first]
[two-thirds][/two-thirds] 3. Panitia menyediakan kayu bakar dan memberikan bantuan subsidi sebesar Rp 150.000, 00. 4. Nuansa pedesaan langsung terasa oleh pengunjung saat memasuki arena festival. 5. Para prajurit Mataram akan melayani pengunjung dan peserta lomba sekaligus menjaga keamanan / pecalang 6. Sekitar 50 pedagang makanan tradisional khas Kebumen seperti gethuk, golak, cethil, jenang, dan lain-lain turut serta menyemarakan fest ival .

Beberapa sentra jajanan khas kita undang. 7. Selain Serabi dan makan tradisional, dalam festival juga ada minuman teh, kopi di sekitar tenda. 8. Kegiatan dimulai pukul 4.30 BBWI, dengan sholat berjamaah dan tauziah di Masjid Agung. Ceramah tema terkait nilai relijius, patriotisme dan kesetaraan. 9. Kirab dari Masjiid Agung. Peserta kirab adalah para model duta srabi. Mereka akan berjalan beriringan bersama para fotografer dengan iringan musik odrot odrot. Selanjutnya masuk ke acara festival. 6 Pemecahan Rekor Muri ! VI.

PEMECAHAN REKOR NASIONAL MURI Rekor Srabi terbanyak sampai saat ini dipegang Hotel Ciputra dengan capaian sebanyak 10 000 srabi. Festival Srabi Kebumen (FSK) dengan berbagai suguhan lomba dan aneka hiburan rakyat bernuansa Mataram Islam akan menargetkan sebanyak 15 000 srabi. Srabi yang akan di masak oleh 150 penjual srabi ini akan dibagikan cuma – cuma ke anak yatim, dhuafa, komunitas – komunitas dan warga masyarakat yang hadir. Untuk menjaga mutu Srabi kami lombakan. Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kami siapkan tempat cuci tangan dan tim Ujara Ketua Fesival Srabi ( Aris Raharjo)

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Ribuan Pencari Kerja Padati Job Market Fair

Perlu Kerja Keras Untuk Mendapatkan Air Buat Mandi & Produksi Tembakau

Related posts