Dinilai Rusak Lingkungan PMII Tolak Tambak Udang

1094 Viewed kebumenn
Advertisment Single content advertisement top

[K]ebumen – Puluhan Mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kebumen yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampek) menggelar Aksi teatrikal di Tugu Lawet (22/9). Aksi yang berlangsung selama 1 jam tersebut merupakan Aksi penolakan terhadap Tambak Udang yang dijalankan oleh Para Investor dan Oknum Dinas (Perhutani) yang sampai sekarang berlangsung di Pesisir Selatan.

[two-thirds-first]

[D]alam Orasinya mereka menuturkan: “Selama 1 tahun, yaitu bulan terakhir sejak Desember 2014 hingga sekarang jumlah tambak udang di pesisir di empat kecamatan di Kebumen naik tajam dari 12 tambak hingga mencapai ratusan (200 lebih) tambak yang semuanya dibuat tanpa proses perizinan yang sah.” Teriak Muhajir Korlap Aksi dalam orasinya.

Bahkan, sebagian merambah lahan konservasi seperti hutan cemara laut, dan Gumuk Pasir serta melanggar garis sempadan pantai. Padahal kawasan tersebut merupakan kawasan konservasi. (Sesuai Perda Nomor 23 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kebumen tahun 2011-2031, sempadan pantai berjarak 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat)” Sambungnya.

‘Kita berprediksi bahwa, pembuatan tambak secara besar-besaran tanpa prosedur yang dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggungjawab baik oleh Dinas (Perhutani) itu sendiri maupun para Investor jelas melanggar aturan. Disamping itu, masyarakat sekitar menjadi korban atas kerakusan oknum tersebut, karena semua dilimpahkan dan mengatasnamakan masyarakat (warga). “ Imbuhnya

[/two-thirds-first][one-third].[/one-third]

“Kerusakan yang diakibatkan karena dibukanya Tambak Udang di Pesisir Selatan (Kebumen), seperti perusakan hutan cemara laut dan pengeprasan Gumuk Pasir yang berdampak pada hilangnya komponen perlindungan kawasan daratan dari serangan gelombang tinggi. Juga pelanggaran terhadap garis sempadan pantai yang akan berefek pada abrasi pantai.

Adapun lahan tambak berada di Desa Wiromartan (Kecamatan Mirit), Tanggulangin dan Jogomartan  (Kecamatan Klirong), Tegalretno dan Karangrejo (Kecamatan Petanahan) serta Surarejan (Kecamatan Puring) melanggar garis sempadan pantai.” Pungkasnya. (Kn)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Filed in

Hanif Dzakiri: Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak di Negeri Ini

Organisasi Penyelamat Karst Gombong Terbentuk

Related posts