Daerah Terdampak Kekeringan Semakin Meluas

[corner-ad id=null]Kebumen news – Kemarau panjang yang merupakan dampak dari fenomena El Nino yaitu fenomena menghangatnya air laut di Samudra Pasifik yang tidak lazim mengakibatkan berkurangnya uap air yang berpotensi menjadi hujan. Menurut rilis dari BMKG fenomena El Nino pada tahun 2015 cenderung menguat, oleh karena itu pihaknya memprediksi hujan paling cepat turun antara bulan November hingga Desember 2015.

Dampak tersebut pun dirasakan oleh masyarakat Kebumen. Hampir 70% wilayah dilanda kekeringan, terutama di daerah pegunungan dan pesisir pantai Ayah hingga wilayah Puring. Menurut BPBD Kebumen jadwal sementara pengiriman air bersih hingga akhir bulan November.

“ Armada truk tangki yang kini beroperasi sembilan dan satu kendaraan bak terbuka yang relatif kecil sehingga bisa merambah ke daerah terpencil. Setiap armada mengirimkan minimal enam tangki air bersih ke beberapa titik lokasi kekeringan per-hari. Permintaan akan air bersih pun harus melalui prosedur dengan melaporkanya terlebih dahulu melalui kepala desa untuk kemudian dilaporkan ke BPBD sehingga memudahkan kami dalam mendistribusikan”, Ujar Pak Heri Purwoto staf seksi penanganan kedaruratan BNPB saat ditemui Kebumen news.

Pendistribusian air bersih dari pagi bisa sampai pukul 12.oo malam, itu karena lokasi dengan medan dan jarak yang sangat jauh dari pengambilan air bersih milik PDAM. Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM tersebar di beberapa kecamatan antara lain IPA Alian, IPA Pejengkolan, IPA Sempor, IPA Jatimulyo, IPA Pejagoan dan IPA Kabuaran.

Dihimbau juga untuk masyarakat Kebumen agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi mengingat kemarau panjang juga rawan terjadi kebakaran. (Opal)

Video

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer