2:46 am - Minggu Juli 12, 2020

DUWIT MBELIS PANGAN SETAN ?

1465 Viewed bram Komentar Dinonaktifkan pada DUWIT MBELIS PANGAN SETAN ?

Kebumen News >> Khutbah Jumat di mesjid desa sederhana temanya; orang beramal tanpa ilmu celaka. Orang berilmu tanpa diamalkan celaka. Orang berilmu dan beramal tanpa ikhlas juga celaka. Orang yang ikhlas juga bisa celaka tanpa mendapat ridha Allah. Itu terasa lebih pas sebagai pesan kepaa calon bupati. Mereka beramal ikhlas, apakah dalam benttuk money politic,, wuwur, uang mahar partai, bantuan, santunan, atau sedekah politik.

Di mulut selalu diucapkan, pemberian itu ikhlas. Namun di belakang, ada calon yang bergumam; duwit mbelis ya empakna belis. Itu menunjukkan, uang yang digunakan untuk bersedekah politik itu hasil “mbelis” alias mencuri dengan beragam cara yang halus sampai kasar seperti cara-cara iblis berbuat kejahatan.

Lalu uang itu dibagi-bagikan kepada siapa pun yang memberikan dukungan agar dia terpilih menjadi bupati. Maka sampai di sini, kata ikhlas yang dikatakan di depan jelas tidak keluar dari hatinya. Toh begitu, andai dia kok terpilih jadi bupati, masih bisa berkata bahwa jihadnya yang dilakukan dengan mengorbankan harta dan dikerjakan dengan sepenuh jiwa raga, ternyata diridhai Allah.

Bukti kalau dia memang diridhai Allah ya keinginannya menjadi bupati bisa terlaksana. Sedangkan dua calon bupati yang lain yang tidak terpilih, apakah berarti dalam bersedekah politik tidak ikhlas sehingga tidak diridhai Allah? Khotib di mesjid tadi memang tidak menyebut soal calon bupati. Tapi prinsip amal yang tidak ikhlas dan tidak diridhai Allah hanya mengantarkan manusia dalam status celaka, itulah pesan yang bisa tertangkap.

Jika ada cabup atau cawabup yang punye prinsip dalam “beramal” sedekah politik hingga menghabiskan belasan miliar rupiah kok diniati “duwit mbelis ya empakna belis”, rasa-rasanya hartanya akan membawa celaka.

Apalagi seusai khotbah, imam shalat Jumat membaca surat At Takatsur; “alhaakumuttakatsur hatta zurtumul maqaabir…. bermegah-megahan memperbanyak harta sampai kamu masuk kubur…..” Ngeri memang jika harta yang telah tertumpuk lalu “disedekahkan” untuk memperoleh jabatan. Jangan-jangan orang seperti itu baru tersadar dan mengetahui kesalahannya setelah dimasukkan ke dalam Neraka Jahim. Wallaahu ‘alamu bishawab.(Kholid Anwar)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

“Paslon yang melanggar ketentuan Kampanye bisa dibatalkan”

Juara Kebumen Bmx Cross 2015

Related posts