Terjebak Pada Komersialisasi Aset Budaya

 

KebumenNews >> Proyek menjadikan budaya sebagai intrumen komersil dan penambah pendapatan APBD ini juga menghinggapi sekian kegiatan kebudayaan dan wisata di Kebumen. Sehingga seringkali seni batik, Cépét,  Kuda Lumping / Ébég, Wayang Kulit lelakon Carangan, Angguk, Khaul Syech Ibrahim Asmorokondi, Shalawat Jamjaneng hadir sebagai figuran dan pelengkap dalam event wisata.

Cara pikir ini sering terjadi karena terjadi kerancuan dalam pembedaan dan pemilahan kepentingan dari institusi di bawah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dengan kemauan pelbagai pihak atas nama budaya atau pariwisata. Mengawinkan dua sumbu kepentingan ini seringkali membuat seni sebagai anak kandung budaya terkalahkan sehingga ia terhidang untuk dinikmati dan menjadi asesoris belaka. Fungsi edukasi kemudian menjadi musnah.

Dari sana perlulah kiranya kesadaran visi budaya itu menjadi agenda public kebumen pasca 2015. Sehingga kemudian muncul agenda untuk merawat atau menyemaikan tradisi dengan cara yang lebih elegan dan visioner ujara Sabit Banani,SH

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

bram

Berbagi itu asik

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer