Bursa Calon Bupati Kebumen 2015

Category: Toponim

Kirab Sesaji, Tradisi Warisan Tanggulangin

larung sesajiKebumen News -www.kebumennews.com- KLIRONG- Suasana pantai Tanggulangin kecamatan Klirong kabupaten Kebumen tidak seperti biasanya. Rabu, (12/12) pantai ini dipadati pengunjung yang ingin melihat sedekah laut dan memetri desa Tanggulangin. Dalam sedakah laut diadakan larung sesaji sebagai bentuk rasa Syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebelum dilarung sesaji dikirab dengan berjalan kaki dari kantor kepala desa Tanggulangin menuju pantai Tanggulangin.

Ketua panitia, Akhmad Shofrokhudin mengatakan acara sedekah laut diadakan setiap tahun di bulan Syuro. Dengan diringi pasukan kuda dan pasukan drumb band dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Diponegoro desa Tambakprogaten. Sesaji yang berisi berbagai makanan, seperti Tumpeng, ingkung ayam, kelapa muda, jajanan pasar, kembang, buah-buahan hasil bumi sayuran, rokok, kerupuk, air putih, jenang putih, tembakau, kain batik, selendang serta kepala kambing yang dibungkus kain kafan. Sesaji tersebut kemudian dinaikan kapal untuk kemudian di letakan ditengah-tengah laut. “larung laut sebagai bentuk sedekah dengan makhluk yang di laut,” ungkapnya.

Shofrokhudin menambahkan acara sedekah laut disamping sudah menjadi agenda rutin juga sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas rezeki yang telah diterimanya. “baik dari laut ataupun dari hasil bumi seperti pertanian,” ujarnya.

Kapala nelayan tempat pelelangan Ikan (TPI) Tanggulangin, Lasmudi menambahkan diadakannya larung sesaji juga merupakan naluri para nelayan serta bentuk rasa syukur atas rezeki yang diterimanya. Dengan harapan penghasilannya setiap tahun bisa meningkat. “acara larung sudah ke delapan kali,” ungkapnya.

Lasmudi mnambahkan nelayan di TPI tanggulangin sudah terbagi dari beberapa kelompok nelayan, kelompok Telaga Minasari, kelompok Sindang Mina Rejeki serta Pandan Sarilukulo. Meski ada beberapa kelompok namun mereka tetap bisa bersatu dan bekerjasama. “nelayan warga desa Tanggulangin dan Pandan Lor,” ungkapnya. “disamping larung sesaji juga ada santunan anak yatim dan piatu serta wayang kulit semalam suntuk oleh dalang ki Subur Hadi Prayitno dari kecamatan Puring,” sambungnya.

“untuk menjaga kesakralan sebelum sesaji dilarung terlebih dulu dibacakan do’a. Do’a dipimpin Kiai Sankasmiri,” pungkasnya.(iwn)

Memahami Toponimi Desa Donosari

donosariKebumen News – www.kebumennews.com-. Memahami Desa DOnosari yang seluruh wilayahnya di dataran tinggi cukup menarik. Apalagi saat Kebumen News meluncur ke Desa Donosari Kecamtan Sruweng Kabupaten Kebumen.

“Wow” adalah kata berkali-kali terucap di mulut kami, dimulai di perbatasan Desa Donosari dengan Desa Kejawang jalan menanjak, bercor, dan berbelak- belok ada di depan kami, dengan rasa sedikit miris namun tetap semangat kami masuk Desa Donosari. Tempat terterbaik yang diperlihatkan Alloh SWT kepada kami.

Walaupun melelahkan dan perjuangan yang tinggi untuk naik ke Desa Donosari, kami merasa lega dan senang saat memasuki desa , karena senyuman sepanjang jalan dari masyarakat, serta wajah yang memancarkan kecerian seakan menyambut kedatangan kami seakan-akan mereka bagaikan kedatangan tamu yang sangat istimewa. Sempat terbersit kekhawatiran “bagaimana kalau terjadi bocor atau bensin habis di Desa Donosari, selain jalannya sulit, di gunung, panas, sinyal sulit, di tambah bila masyarakatnaya acuh dan tidak bisa di ajak kompromi”. Mau jadi apa kita.?. Tapi Alhamdulillah justru sebaliknya masyarakat Desa Donosari sangat ramah di luar perkiraan kami.

Ahirnya kami dapat menghirup udara segar saat perjalanan panjang dan melelahkan menyentuh garis finis di rumah Sekdes yang berhadapan langsung dengan Masjid Jami’ Fathul Ikhwan. Masjid ini merupakan masjid ‘Agung’ atau minimal yang di agungkan atau kata lain masjid ini adalah masjid terbesar dan merupakan jantungnya ibu kota Desa Donosari. Memang sudah direncanakan bahwa kami akan berkunjung di Bapak Lurah yaitu Tovik Arifin dan tempat yang strategis bagi kami untuk melakukan penggalian informasi dan juga mudah untuk berbaur dengan seluruh masyarakat Desa Donosari

Aparat pemerintahan Desa Donosari bervariasi, ada yang berasal dari Desa Ponorogo (Jatim), Pingit (Donosari sebelah utara), Kedung Pakis (Donosari sebelah timur), dapat di katakana hampir semua aparat yang ada di Desa Donosari terbagi rata di seluruh dukuh yang ada di Desa Donosari. Karang taruna sebagai organisasi pemuda desa berdiri sudah cukup lama, bahkan setiap dukuh saat ini telah mendirikan cabang Karang Taruna sendiri-sendiri dengan program mandiri. Lembaga desa Donosari juga berjalan secara tertib. Pengurus LKMD/LKMK yang terdiri dari 3 orang merupakan pemuda yang semangat, Pengurus PKK yang terdiri dari 10 orang memiliki visi memajukan desa. Pengurus BPD yang terdiri dari 7 orang adalah orang paling kritis di Donosari, KPD yang berjumlah 2 orang adalah tenaga terlatih. Tiga Ketua RW adalah orang-orang yang penuh dedikasi dibantu pengurus RW sebanyak 10 orang. Enam belas Ketua adalah orang-orang yang bertanggungjawab penuh dan tanggap terhadap kebutuhan warganya dinatu oleh pengurus RT 48 orangdi Donosari terdapat kelompok tani tiga kelompok dan kelompok gotong royong yang terdiri dari 30 orang.

Data monografi yang kami dapatkan dari Desa Donosari di Kantor Pemerintahan Desa Donosari menyatakan sebagai berikut :Nama Desa: Donosari, No Kode: 3305142018 Kecamatan: Sruweng, Kota Administratif dan Kabupaten: Kebumen Propinsi: Jawa Tengah
Sedangkan data demografi menyajikan bahwa masyarakat desa donosari memiliki 2535 jiwa yang terdiri dari 1260 laki-laki dan 1275 perempuan yang tergabung dalam 554 kepala keluarga. Sedangkan dilihat dari jenis umur masyarakat donosari mayoritas terdiri dari 608 anak-anak dan 494 remaja. Tetapi mayoritas yaitu sebesar 80 % merantau ke ibu kota untuk memperbaiki kondisi perekonomian keluarga.Dari hasil interview dengan Kuatno Sekdes Desa Donosari menyatakan bahwa “Desa Donosari terletak di sebelah Utara Kabupaten Kebumen yang memiliki luas daerah sekitar 235 ha, berketinggian 125 m termasuk daerah perbukitan, suhu rata-rata 34 c. dengan jumlah penduduk sebesar 2535 jiwa, masuk Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen”.

Dari hasil observasi kami keadaan sosial masyarakat Desa Donosari sangat bagus bahkan sudah terbentuk kelompok gotong royong desa yang beranggota 30 orang, dengan bertujuan terciptanya masyarakat yang saling asih dan mengasihi, guyub rukun saling membantu. Kami melihat sendiri betapa guyubnya masyarakat desa Donosari saat terdapat salah seorang warga yang meninggal, hampir seluruh warga desaDdonorasi ikut sibuk membantu dalam proses pengurusan tetek bengek kematian, baik dengan tenaga, pemikiran bahkan dengan uang tanpa ada rasa pamrih yang berarti. Hasil survei kami untuk Lembaga pendidikan dan sosial keagamaan yang ada di desa Donosari sangat mumpuni di sana terdapat dua taman kanak-kanak (TK), dua Sekolah Dasar (SD) satu Madrasah Diniyah (Madin) dan tidak kurang dari enam mushola serta tiga buah masjid.

Begitu amatan kami saat kerja bakti memperbaiki jalan, dengan antusias yang tinggi dari warga desa Donosari, jalan yang tadinya rusak berat karena tergenang aliran air hujan yang terus menerus mengikis tanah di badan jalan tersebut kini sudah di buat selokan dengan goron