3:44 pm - Rabu Desember 10, 4825

Masjid di Kebumen Belum Ramah Difabel

288 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News – Pertemuan bersama pemangku inklusi menyimpulkan bahwa masih banyak layanan ruang publik di Kabupaten Kebumen yang sulit disentuh akses difabel. Termasuk juga tempat tempat ibadah seperti masjid. Hal ini mengemuka pada acara temu monitoring dan evakuasi di rumah dinas Wakil Bupati (5 Okt 2018) bersama
Implementation program Partner Maarif Jawa dengan UNICEF bersama Komite Disabilitas Kabupaten Kebumen.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka monitoring kegiatan layanan inklusi di masing masing pokja di satuan kerja OPD Kebumen dalam menuju Kebumen sebagai kota inklusi. Hadir dari partner UNICEF Jawa Tengah, Syahidin MA selaku koordinator didampingi tim project dan Imam Satibi sebagai koordinator untuk Kebumen sebagai sasaran project.

Meeting lintas pemangku inklusi ini dihadiri Plt. Bupati KH. Yazid Mahfudz didampingi pimpinan OPD anggota pokja inklusi. Yakni Bappeda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, PU, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Kemenag dan Kesra.

Pertemuan UNICEF dan Pokja inklusi ini diawali dengan paparan program inklusi dari UNICEV oleh Syahidin terutama dalam mengawal pendidikan inklusi khususya di kebumen. “Unicef lebih fokus pada mendorong sumber daya dalam menyiapkan pendidikan inklusi dengan berbagai program pelatihan. Unicef telah menyusun panduan pendidikan inklusi yang menyeluruh dgn 8 standar pendidikan.” Tutur Syahidin.

Bupati kebumen dalam sambutanya mendorong kepada Pokja atau komite inklusi untuk lebih implementatif di lapangan. Bupati memberikan kesempatan pada masing-masing OPD untuk melaporkan layanan inklusi yang telah dilaksanakan. Berdasarkan laporan pokja masih ada beberapa layanan umum yang belum didesain ranah difabel. Harusya pembangunan Sarpras layanan umum benar benar inklusi. Bidang miring pafa teras kantor pemkab, dan toilet difabel masih sangat terbatas.

Fasilitas publik ramah difabel masih terbatas di trotoar alun-alun dan dinas kesehatan yang dapat diakses difabel. Hal ini masih jauh dari harapan untuk lebih siap menerapkan inklusi berikut dengan tersedianya kursi roda untuk tamu difabel.

“Selain itu masjid masjid juga masih jauh dari konsep ramah difabel. Apalagi banyak instansi/ lembaga di Kebumen yang menempatkan tempat sholat/mushola/masjid di lantai dua. Seandainya berada di lantai 1 pun biasanya terasnya belum ada bidang miring. Apalagi sampai kursi fasilitas sholat. Hal hal inilah yang harus diperhatikan.”  Tutur Syahidin selaku koordinator mitra UNICEF. Di ranah pendidikan dilaporkan telah berjalannya madrasah inklusi secara efektif di MI Maarif Sidomulyo. Harapanya menurut Imam Satibi pada sekolah negeri akan lahir secara optimal sekolah/madrasah inklusi.

Kami saja yang di swasta bisa berjalan apalagi yang negeri. Tentunya sekolah negeri sebagai sekolah negara (public school) harus terdepan dalam layanan hak hak kewarganegaraan publik tanpa diskriminasi. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

SURAN EBLEG SINGO MATARAM DIBANJIRI RATUSAN PENONTON

Peringati Tahun Baru Hijriyah, MI Pejagatan Santuni Yatim Piatu

Related posts