3:44 pm - Kamis Desember 10, 7001

Perlu Pengamanan, Rumah Mbah Sainem Sering Disatroni Maling

372 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News – Mbah Sainem (56) perempuan kuat setengah renta ini mempunyai 10 anak, semua anaknya telah menginjak usia dewasa. “Banyak anak banyak rejeki”, begitulah prinsip yang dipakai pada masa itu, dan Mbah Sainem menyetujuinya. Namun, dalam perjalan hidupnya nampaknya Mbah Sainem harus berjuang lebih keras lagi, pasalnya dari sepuluh anaknya ini, ada 4 anak lelakinya yang mengalami lumpuh. Menurut Mbah ini, ke empat putranya terkena polio pada saat usia anak-anak

“Ya, anak saya yang lumpuh itu ternkena penyakit polio, saat kecil sempat bisa berjalan, tapi kemudian saat besar kakinya mengecil dan lama-lama ia menjadi lemah dan tak kuat menopang berat tubuhnya. “. Tutur Mbah Sainem sedih.

Untuk menyambung hidup, mereka memelihara beberapa ekor ayam dan membikin keterampilan dengan membuat tambang dari sabut kelapa, sebagaimana masyarakat Klegenrejo pada umunya, tetapi mereka harus menelan kecewa karena tambang sabut yang mereka buat dengan penuh perjuangan saat di bawa ke pasar tak ada harganya, saat ini per 100 meter dihargai hanya Rp. 5000 paling mahal Rp. 6000 bahkan seringkali juga ditawar Rp. 3000.

Dari ke empat anaknya yang lumpuh ini, satu diantaranya yakni anak sulungnya mampu merasakan sedikit hiburan dengan cata mengayuh ‘becak’ yaitu  “hasil modifikasi antara vespa dan becak”. Dan dengan alat transportasi inilah, ia bisa keluar rumah untuk ke warung atau sekedar melihat hiburan, nonton wayang, nonton ebleg yang tidak jauh dari rumahnya.

Saat menyambangi rumah mbah Sainem ini Parto, panggilan kecil untuk sulung Mbah Sainem saat ini becak mungilnya ini sedang tidak enak dipakai karena butuh service sana sini. atau lebih tepatnya becak mungil Parto ini, sudah sangat tidak layak. Selain penutup becaknya sudah rusak, onderdil yang butuh diservice, juga kondiai besinya sudah sangat karaten atau istilah jawanya tainen, tiyengen. Selain tiyengen, besinya pun sudah pada geripis, kasar, sehingga sangatlah membahayakan bila menggores tangan pemakainya.

Di rumah Mbah Sainem ini, juga ada terdapat lima kursi roda, bantuan dari para dermawan namun, dalam penggunaanya mengalami kesulitan karena, untuk menggunakanya mesti membutuhkan orang untuk mendorongnya, sementara di rumah itu  tidak ada yang bisa mendorongnya.

Di tengah-tengah kondisi seperti ini Mbah Sainem masih harus merasakan kepedihan karena  sehari sebelumnya rumahnya baru saja dibobol maling dan uang Mbah Sainem yang berjumlah 11.800.000  hilang. Padahal uang sebanyak itu adalah hasil dari menjual sejengkal tanah untuk tambahan biaya bedah rumahnya. Tega benar orang yang mengambil uang milik Mbah Sainem  yang sedang bersiap-siap untuk belanja material. Ia hanya bisa menangis dan mengadukan keluhannya kepada Allah.

Tak hanya kehilangan uang, ternyata ayam-ayam yang mereka pelihara dengan harapan bisa membantu ekonomi keluarga juga sering hilang dicuri orang. Kondisi keamanan di lingkungan desa Klegenrejo kecamatan Klirong ini patut mendapat perhatian lebih dari pihak-pihak keamanan. Baik Hansip maupun Polsek Klirong.

Jika tersentuh untuk meringankan beban keluarga kami ini bisa dengan cara membantu
membiayai mereparasi (service) becak vespanya atau bila perlu dibuatkan becak yang baru, agar lebih layak, lebih efisien dan maksimal penggunaanya. Kedua dengan membantu permodalan atau membuatkan perangkat usaha. Karena hobinya memelihara ayam, bantuan yang dibutuhkan adalah pembuatan kandang dengan perangkat lainya. Pemberian makanan yang bergizi apalagi mbah Sainem ini juga sudah cukup repot karena sepuhnya usia beliau.

Khusus untuk aparat baik Polisi maupun Hansip sebisa mungkin membantu kembalinya uang yang hilang tersebut. (Kn.01)

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Masyarakat Gombong Mengusulkan Data Karst Gombong Yang Sesungguhnya Kepada Badan Geologi Kementerian ESDM

Related posts