6:51 am - Senin Oktober 22, 2018

METODE PAIN ASSESSMENT TOOLS DENGAN MENGGUNAKAN VIDEO BAHASA JAWA

263 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News – Dewasa ini peran perawat sangat penting di pelayanan Rumah Sakit dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif kepada pasien. Asuhan keperawatan diberikan dengan memenuhi kebutuhan pasien secara fisiologis, psikologis, sosial dan spiritual. Salah satu masalah yang muncul dari kebutuhan psikologis diatas adalah nyeri dan kenyamanan.

Nyeri ini sering dihadapi oleh banyak pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit dengan berbagai kasus penyakit yang dihadapinya. Latar belakang pasien yang berbeda wilayah, budaya, adat istiadat, bahasa dan lain sebagainya membuat seorang perawat mau tidak mau harus menguasai dan menyesuaikan dengan kondisi pasien.

Berdasarkan pengalaman penulis selama di Rumah Sakit terdapat kendala yang muncul pada saat melakukan proses asuhan keperawatan, yaitu saat melakukan pengkajian melalui metode wawancara. Dengan kebanyakan latar belakang pasien di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan termasuk Jogjakarta adalah menggunakan bahasa jawa sebagai alat komunikasi maka seorang perawat dituntut untuk bisa mempunyai kemampuan berbahsa jawa dengan baik. Untuk membantu seorang perawat dalam melakukan pengkajian nyeri pada pasien dengan latar belakang biasa menggunakan bahasa jawa dalam komunikasinya maka penulis tertarik membuat inovasi keperawatan melalui video pengkajian nyeri menggunakan bahasa jawa.

Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang terkait dengan kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial. Munculnya nyeri berkaitan erat dengan reseptor dan adanya rangsangan. Reseptor nyeri tersebar pada kulit dan mukosa dimana reseptor nyeri memberikan respon jika adanya stimulasi atau rangsangan. Stimulasi tersebut dapat berupa zat kimia seperti histamine, bradikinin, prostaglandin dan macam-macam asam yang terlepas apabila terdapat kerusakan pada jaringan akibat kekurangan oksigen. Stimulasi yang lain dapat berupa termal, listrik, atau mekanis.

Sensari nyeri yang dialami pasien perlu dilakukan penilaian atau pengukuran dengan tujuan untuk mendapatkan berapa nilai atau skala nyeri yang dirasakan oleh pasien. Ini penting diketahui oleh perawat sebagai dasar dalam memilih tindakan yang tepat untuk diberikan kepada pasien yang sedang mengalami masalah nyeri. Beberapa alat ukur untuk menilai nyeri pasien diantaranya Verbal Rating Scale (VRS), Numerical Rating Scale (NRS), Visual Analog Scale (VAS), Wong Baker Pain Rating Scale (WBRS).

Penulis memilih alat ukur Numerical Rating Scale (NRS) pada inovasi keperawatan ini. Alat ini dianggap sederhana dan mudah dimengerti, sensitif terhadap dosis, jenis kelamin, dan perbedaan etnis. Lebih baik daripada VAS terutama untuk menilai nyeri akut. Sehingga dengan latar belakang pasien yang biasa menggunakan bahasa jawa tidak akan ditemukan kesulitan pada perawat untuk dapat melakukan pengkajian nyeri menggunakan alat ini.

Proses pengkajian nyeri dengan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) ini diawali dari fase pre interaksi, fase orientasi, fase kerja, fase terminasi dan fase dokumentasi. Semua proses dalam video ini nantinya menggunakan bahasa jawa dari awal sampai akhir. Seperti bisa penulis gambarkan pada fase orientasi meliputi ucapkan salam dan perkenalkan diri (Assalamu’laikum Ibu.. Sugeng enjang, kulo perawat zaki ingkang shift enjang menika) klarifikasi identitas pasien (Leres kaliyan Ibu Sri njeh..), jelaskan tujuan dan prosedur tindakan (Maksud kulo teng mriki ajeng mengukur raos nyeri Ibu, mangke Ibu nderekaen petunjuk saking kulo saking awal dumugi akhir), kontrak waktu (Wekdal ingkang dibutuhaken mangke cekap 15 menit Ibu), beri kesempatan pasien/keluarga untuk bertanya (Monggo menawi onten ingkang badhe dipuntangletaken), minta persetujuan pasien/keluarga ( Pripun Ibu setuju nopo mboten) dan jaga privacy (Njagi privasinipun Ibu kanti nutup pintu utowo tirai). Dalam video ini penulis membuat urutan dari fase pre interaksi sampai fase dokomuntasi dengan menggunakan bahasa jawa.

Penulis berharap dengan adanya media video ini nantinya akan bisa digunakan oleh perawat yang mengalami kesulitan ketika melakukan pengkajian nyeri kepada pasien dengan latar belakang pengguanaan bahasa jawa. Sehingga diharapkan proses pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif bisa dilakukan dengan baik oleh semua perawat.

Ahmad Muzaki, Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Fitri Arofiati, Dosen Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
3/5 - 1
You need login to vote.

Festival Film Purbalingga 2018, Kebumen Jatah 2 Lokasi Pemutaran

KERAGAMAN BAHASA DI DESA SETROJENAR

Related posts