6:13 am - Senin Oktober 22, 2018

Lebaran Unik di Pantai Setrojenar

344 Viewed Masyarakat Karst 0 respond
SETROJENAR: Wisata tradisional Pantai Setrojenar dipadati pengunjung pada hari kedua (16/6) musim lebaran 2018 ini. Tak kurang dari 10.000 pengunjung memadati lokasi pesisir yang jadi pilihan destinasi wisata tradisional ini {Foto: K-04]

Lebaran hari kedua, Sabtu (16/6) pengunjung memadati pantai Desa Setrojenar, Buluspesantren di kawasan pesisir Urutsewu Kebumen selatan. Pantauan KebumenNews di lokasi posko tiket mendapat informasi jumlah pengunjung tahun ini tak kurang dari 10.000 orang.

“Tak kurang dari sepuluh ribu pengunjung”, Tumiran menjelaskan.

Jumlah ini diamini petugas penghimpun penjualan tiket, Sino dan Paryono. Seratusan pemuda dan warga Desa Setrojenar juga melibatkan diri dalam penjualan tiket di lokasi wisata tradisional di kawasan pertanian holtikultura pesisir ini.

Estimasi jumlah pengunjung ini didasarkan pada hasil penjualan tiket masuk sebesar Rp. 3.000,- yang dilaporkan hingga siang tengah hari. Jumlah pengunjung yang disebut Tumiran adalah minimal, karena beberapa pengunjung rombongan dihitung global dan tanpa diberikan tiket setelah membayar dengan dikenakan diskon. Jumlah ini dipastikan terus bertambah hingga sore tiba.

Tradisi pelesiran pantai di saat perayaan lebaran diakomodasi warga Desa Setrojenar dengan melengkapi fasilitas publik di lokasi wisata. Tercatat ada 2 lokasi mushola, parkir luas, toilet umum, posko PPPK, posko SAR, panggung hiburan. Terdapat tak kurang dari dua lusin arena kolam renang air tawar bagi anak-anak agar tak bermandi di laut yang dikenal berombak besar, sehingga secara signifikan mengurangi bahaya bagi anak-anak. Juga arena hiburan anak-anak serta warung-warung makan yang menyajikan menu khas setempat

 

Mengingat Masa, Menolak Lupa 

Untuk musim berlebaran tahun ini terdapat fenomena unik yang diusung para pengunjung rombongan. Ada sekitar 10 gerobak hias yang ditarik kuda dan dikawal belasan pemuda. Di sisi dan belakang gerobak ini juga diiring anak-anak muda yang berjalan kaki.

UNIK: Nuansa unik pelesir berlebaran era 1970-an ditunjukkan kelompok pemuda yang beramai-ramai mengunjungi panta Setrojenar (16/6). Sound-system dan perlengkapan tenda juga dimuat di gerobak berkuda ini [Foto: K-04]

Pengunjung yang berasal dari Banjaran Gesikan, Sangubanyu, Silumbu Klapasawit (Buluspesantren) dan Banjarsari (Ambal) datang dengan gerobak berhias yang ditarik kuda. Meski menyebabkan antrian panjang di akses jalan masuk lokasi wisata, pemandangan ini mengingatkan kesemarakan berlebaran era 1970-an.

“Urung badan nek urung meng segara”, kata salah satu pengunjung dalam sebuah rombongan gerobak berkuda itu.

Ini pomeo lama yang sesungguhnya ada tembangnya; abstraksi yang menyeruak ingatan hari-hari ini. Belasan pemuda bahkan dengan sukacita berjalan di depan belakang dan sisi gerobak yang dihias meriah, sejak berangkat dari desanya yang berjarak belasan kilometer. Di sisi belakang gerobak dipasang speaker yang mengalunkan musik sepanjang perjalanan.

Berlebaran dan pesiar ke pantai adalah fenomena tradisi masa lalu yang rupanya kembali menggugah ingatan kolektif banyak orang. Bahkan beberapa rombongan rela memikul genset untuk menghidupkan sound-system, dengan tiang dan tenda beserta perlengkapannya. Uniknya, kali ini mereka mengenakan kaos seragam; diantaranya ada yang bertuliskan “Raskin” Community. Dan rombongan ini didominasi kalangan muda desa yang rupanya ingin merefleksikan kembali tradisi berlebaran di masa lalu. [K.04]

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Nglaruang Mesra, Forum Likuran Paseduluran

Festival Film Purbalingga 2018, Kebumen Jatah 2 Lokasi Pemutaran

Related posts