9:26 pm - Selasa Juli 17, 2018

Nglaruang Mesra, Forum Likuran Paseduluran

234 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News – Nglaruang? Satu kata yang bisa dipastikan belum pernah kita dengar sebelumnya, disini kita ingin menggabungkan dua kata yaitu kata “nglarung” dan “ruang”. Kata “nglarung” berangkat dari budaya jawa yaitu mengantarkan atau mempersembahkan sesuatu yg kita sudah dapatkan selama ini dengan perwujudan tertentu. Biasanya memang dilakukan ketika bulan muharrom atau sura, tidak ada salahnya sekiranya sesuatu dilakukan karena tujuan yang baik, sehingga waktu lah yang mau tak mau dituntut menyesuaikan. Hal ini dilakukan karena sudah banyak sekali Alloh memberikan berbagai kenikmatan yang tidak pernah putus sedetikpun kepada kita, sehingga kita semua selalu diberi energi dari Alloh SWT untuk terus menerus mencari cari pantulan cahaya kanjeng nabi agung Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Tak lupa pula, ini juga persembahan kepada guru kita ‘Emha Ainun Nadjib’ yang kita rasakan, beliau tak pernah lelah mendampingi dan membersamai kita dalam proses menuju itu, melalui wejangan wejangan beliau dan ilmu ilmu beliau sehingga kita semua sampai pada tahun ke 3 masih disempatkan berkumpul dalam majelis Likuran Paseduluran. Untuk bulan ini, kami panjatkan pula doa keselamatan untuk beliau agar senantiasa diberi energi, diberi kesehatan disertai berbagai kemudahan dalam memandu kami bermaiyah dalam umur yang semakin bertambah angkanya,

Ternyata bukan perkara mudah untuk mempertahankan proses ini sampai tahun ke 3, berbagai fenomena, kerasnya perjuangan sedulur sedulur mempertahankan majelis ini, dinamika yang datang dan pergi tanpa henti, polemik dan friksi yang mampir untuk menguji, sesuatu yang baik dan buruk pun kita coba jalani, tentunya sebagai laku kita semua menemukan formulasi-formulasi hidup yang sejati.

Sudah satu tahun terakhir, kita menyelenggarakan acara rutinan Likuran Paseduluran beserta Gending Bodo nya singgah dari satu desa ke desa yang lain, dari laut hingga perbukitan terpencil di daerah Kebumen. Bukan dalam rangka pamer forum, mengejar eksistensi apalagi materi, melainkan hanya ingin berbagi kegembiraan dalam kebersamaan. Ada banyak hikmah yang kita dapatkan dari sekian lama pengembaraan kami, ternyata memang kitalah, khususnya yang muda-muda ini semestinya banyak belajar dari para sedulur dan sesepuh di desa-desa yang kita singgahi. Entah energi apa yang mendorong kami. Apalagi kalau bukan karena Nur Muhammad dan kasih sayang Gusti Alloh kepada kita semua, yang menuntun kita semua masih setia berkumpul melingkar bercengkrama sampai sejauh ini.

Ada yang beranggapan bahwa majelis maiyah Likuran Paseduluran adalah ruang, ruang dimana kita bisa mengisinya dengan apapun, bisa kita gunakan untuk berbagai hal, ruang yang bisa kita gunakan sebagai penyimpanan harta berharga kami, ruang yang bisa kita gunakan untuk bekerja, bisa pula kita gunakan sebagai lumbung yang terbuka untuk siapapun yang hendak mengambil apapun didalamnya. Ada pula yang menganggap majelis ini sebagai kebun, kebun yang siapapun boleh menanam tanaman apapun disini, kebun yang kita siapkan dan jaga kesuburanya dengan harapan, baik kita yang sekarang ataupun dimasa yang akan datang bisa mengobati dahaga keillahian. Siapapun yang datang ke kebun ini dipersilahkan memetik buah apapun yang ada disini, dan siapapun berhak menjaga kesuburannya.

Majelis ini adalah majelis yang jauh dari sempurna, majelis yang tak ada aturan, majelis yang tidak seperti majelis lain yang berusaha mèmper-mèmperke dalam nyandang ketika berkumpul, majelis yang dalam pelaksanaan masih wagu. Semua yang kita lakukan ini tak lain karena kita sangat ingin bermesraan dengan Alloh, kita sangat sangat ingin nyicipi pelukan kanjeng nabi, syukur syukur kecipratan syafaat beliau nanti, kita juga ingin memesrai sesama manusia memesrai mahluk yang lain baik yang terlihat maupun tidak terlihat, ini juga sebagai perwujudan terimakasih kami kepada nenek moyang kami, orangtua kami, dan guru guru kami semua baik yang masih hidup ataupun yang sudah bergeser ke kehidupan selanjutnya. ***(Kn.01/Sobir)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Selama Bulan Suci Ramadan, Komunitas Sahabat Romaharmuziy Membagikan Takjil

Lebaran Unik di Pantai Setrojenar

Related posts