11:59 pm - Senin Juli 16, 2018

Lestarinya Tradisi Pasaran di Desa Padureso

415 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News – Hari pasaran merupakan salah satu contoh budaya lokal yang masih dijaga oleh kalangan masyarakat Jawa, khususnya warga Jawa Tengah hingga sekarang.

“Sesuai tradisi yang berkembang sejak zaman dahulu, banyak daerah di Jawa Tengah menyelenggarakan pasar tradisional hanya pada hari-hari tertentu saja, berdasarkan perhitungan penanggalan Jawa yang tepat dengan keadaan masing-masing daerah, sehinga hal ini mendorong kemunculan fenomena pasar tradisional mingguan yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Tengah, salah satunya Pasar Pon di Padureso Kabupaten Kebumen.” Jelas Salma Mahasiswa KKN IAINU Kebumen

Namun sayang, seiring berjalannya waktu, eksistensi pasar mingguan tersebut semakin memudar. Pada umumnya pasar tradisional masa kini sudah tidak lagi mengenal hari pasaran. Namun fenomena berbeda ditemui di wilayah Desa Padureso Kecamatan Padureso  Kabupaten Kebumen.

“Berbeda dengan Desa Padureso, Desa yang rasanya berbeda dengan desa lain, suasananya begitu sejuk, pepohonan rindang, jauh dari pusat perkotaan dan tradisi hari Pasaran masih terasa kental.” Tambah Salma

Pasar Pon desa Padureso memiliki dua hari pasaran dalam satu minggu, yaitu kliwon dan Pon. Jika hari pasaran tiba, Pasar Pon akan lebih ramai dari pada biasanya. Sudah menjadi tradisi sejak puluhan tahun lalu, bahwa setiap pasaran Pon dan Kliwon, sebagian besar warga desa Padureso dan sekitarnya meramaikan pasar tradisional tersebut dengan aktivitas perdagangan. Walaupun banyak di antara mereka berasal dari desa yang jaraknya cukup jauh dari pasar, mereka tetap bersemangat untuk melakukan kegiatan jual- beli di pasar ini.

Sumiati (45) salah satu pedagang menuturkan: “Pasaran di Pasar Pon memang selalu ramai seperti ini. Bahkan hari ini, Rabu (3/1/2018) terlihat begitu ramai dibanding kemarin. Mungkin karena masih suasana tahun baru.” Tuturnya

Lebih lanjut Ifangi mahasiswa KKN IAINU berpendapat: “Seusai kami berbincang-bincang dengan warga desa Padureso bahwa tradisi Pasaran ini sudah berlangsung lama dan turun-temurun, dan ini perlu dijaga dan dilestarikan. Disamping melestarikan budaya, tradisi ini juga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.” Tegasnya

Wiji (47) warga desa Padureso menambahkan: “Saya selalu berbelanja kebutuhan dapur disini. Selain Pasarnya ramai juga sayur mayurnya masih terasa segar.” Pungkasnya

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
News Feed
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

KKN Rantewringin Meriahkan Launching Dermaga Wisata

Mahasiswa KKN IAINU Sosialisasikan Pemanfaatan Lahan Kosong

Related posts