8:37 pm - Selasa September 18, 2018

Ancak, Tradisi Turun-temurun Desa Brunosari Purworejo

303 Viewed bram 0 respond

Purworejo >> Sudah menjadi tradisi di Desa Brunosari, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo masyarakat menggelar acara walimahan  dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Masyarakat memang memeiliki cara sendiri-sendiri untuk menunjukkan kecintaannya kepada Rasulullah dalam acara di Maulud Nabi SAW saja 1/11/17.

Masyarakat melakukan ritual ini bukan untuk ria/pamer kekayan akan tetapi diniatkan untuk sedekah. Saat memperingati maulid ini masyarakat membuat ancak. Ancak itu setiap KK membuat satu ancak dan satu ancak untuk 4 orang. Ancak adalah sajian makanan yang terdiri dari nasi plus lauk pauk seperti yam (ingkung) 4 ekor ada yang kadang memberi 8 ekor, telur paling sedikit 200 butir, dan buah pisang.

Deretan makanan yang disebut di atas merupakan makanan yang wajib ada dalam Ancakan. Jenis makanan yang lain-lain sekedar hiasan dan menyesuaikan kemampuan.

Acara yang  di isi oleh Bp KH. Bejo Astajirin dari Prembun Tersobo Kebumen menyatakan bahwa sebagai orankeBruno maka tradisi ini menjadi semacam kewajiban. “Sedngakng Ingkung bentuk slametan adat jawa, hasil alam seerti pisang, duren, dalain-lin bentuk sukuran/ sedekah.” ujar Umi warga Bruno.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Warga Krandegan Sulap Lidi Jadi Piring

Belum Ada Tindaklanjut Warga Terkena Longsor PDAM Terus Berjuang

Related posts