7:18 am - Senin Oktober 22, 2018

11 Titik Rawan Longsor Desa Peniron, Warga Dihimbau Untuk Lebih Waspada

413 Viewed Puji Sugianto 0 respond

Kebumennews.com (28/10/2017)>> Musibah yang terjadi di desa Peniron cukup membuat terkejut karena baru kali ini musibah terjadi hampir menyeluruh. Terdapat 11 titik rawan longsor yang telah terpantau, diantaranya dukuh Perkutukan dengan tiga kerusakan bangunan rumah dan jalan, dukuh Cinde terdapat dua rumah roboh, dukuh Pranji satu rumah rusak, dukuh Silampeng kebun warga mengalami longsor dan jalan mengalami retak, dukuh Kelapasawit jalan longsor, dukuh Watucagak kebun warga mengalami longsor dan retak, dukuh Curug satu titik rawan dan dukuh Karangduren 3 titik rawan.

Musibah yang melanda Kebumen saat ini membuat prihatin PMI dan BPBD Kebumen, hal tersebut diungkapkan Akhmad Sahli ( PMI Kebumen ) saat droping bantuan dan peninjauan lokasi bencana di dukuh Cinde.

” Saya mewakili PMI Indonesia turut prihatin atas bencana yang terjadi di kabupaten Kebumen, sementara bantuan yang kita kirim baru berupa bahan makanan karena informasi yang kurang, namun akan kami kirimkan lagi bantuan sesuai kebutuhan. bila perlu mungkin akan kita dirikan dapur umum, ” tutur Akhmad Sahli.

Mustakim selaku kepala desa Peniron menghimbau seluruh warganya untuk lebih waspada dan siaga terhadap bencana yang mungkin akan terjadi. mengingat wilayah peniron merupakan pegunungan ditambah curah hujan yang masih tinggi.

“Para warga yang berada di daerah rawan juga sudah dihimbau untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman,” jelas Mustakim.

“Tidak ada satu orangpun yang menginginkan musibah, semoga tidak terjadi bencana susulan. Saya harap korban untuk lebih bersabar dan para tetangga dimohon untuk gotong royong membantu baik tenaga maupun materi,” Imbuhnya. (KN 07)

 

 

 

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Hujan Deras Kembali Guyur, Beberapa Titik Kebumen Kembali Longsor dan Banjir

Studi Pentas “Orang Gila” Di Workshop Teater Ger@k IAINU

Related posts