7:24 pm - Sabtu Agustus 18, 2018

Jaga Indonesia Tegaskan Konsensus Berbangsa

322 Viewed Khan Solikhan 0 respond

Kebumen, (15/9) >>Diskusi Kebangsaan dan sosialisasi gerakan jaga Indonesia di ikuti oleh berbagai organisasi massa (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) yang ada di Kebumen. Diantaranya ormas PMII, Banser, Gusdurian, Lebih Dari Sekedar Kebumen (LDSK) dan pemerhati Pancasila. Diskusi yang berlangsung di rumah makan Ulamsari, diadakan guna mengantisipasi gerakan radikal yang merongrong NKRI dan Pancasila. Ada beberapa ormas yang mengatakan Pancasila kufur, Indonesia Toghut dan lainya. Padahal pancasila adalah sebuah falsafah bangsa yang dirumuskan oleh Soekarno dan para Founding father termasuk ulama Indonesia.

“Semua butir-butir Pancasila tidak terlepas dari nilai ke-Tuhanan Yang Maha Esa dan semuanya saling berkaitan. Kalau kita berke-Tuhanan Yang Maha Esa, maka pasti kita akan terlaksana kemanusiaan yang adil dan beradab. Kalau sudah adanya kemanusiaan yang adil dan beradab maka akan terciptanya persatuan Indonesia. Setelah adanya persatuan tentunya akan saling percaya yang menghasilkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Kalo sudah ada pemimpin yang bijak maka akan terciptalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”,ungkap Boedi Djarot aktifis GMNI dan seorang Sukarnois.

“Indonesia sudah jauh dari apa yang dirumuskan oleh para founding father, ketika orde baru berkuasa falsafah hidup berbangsa total dirubah. Dari sosialis pancasilais menjadi kapitalis liberalis semua berubah. Liat saja Sistem kekerabatan di kampung-kampung sudah berubah semua berorientasi pada materi atau materialistik itu berbahaya sekali. Pancasila sudah tidak lagi dijadikan fatsun politik, untuk merevitalisasi ini harus dilakukan oleh sosok pemimpin. Selain itu masyarakat dan pemuda juga harus melakukan komunikasi politik yang baik dari level bawah sampai atas dengan melakukan diskusi-diskusi kebangsaan”, Imbuhnya.

Untuk merevitalisasi Pancasila sebaiknya dibuat lembaga yang khusus menangani masalah ideologi dan pancasila. Untuk melahirkan pancasila Indonesia butuh waktu 350 tahun untuk mengandung. Tentunya bukan waktu yang sedikit dan melalui perjalanan yang panjang, kok malah ada yang mau m