7:24 pm - Jumat Oktober 19, 2018

PAUD PENCETAK “GENERASI EMAS”

382 Viewed bram 0 respond

Generasi emas masa depan

Dewasa ini, perkembangan lembaga pendidikan cukup signifikan. Hal ini bisa dilihat dengan adanya beberapa lembaga pendidikan yang masih tergolong baru. Seperti halnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD ini sebagai wujud harapan bagi masyarakat untuk dapat menciptakan anak-anak generasi emas masa depan bangsa. Dengan adanya PAUD ini, masyarakat merasa terbantu untuk meningkatkan pendidikan di usia dini. Apabila mereka sudah mendapatkan pembelajaran sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan di atasnya, maka akan mempermudah mereka untuk mengikuti pendidikan selanjutnya. Karena dalam pembelajaran itu diibaratkan sebagai sebuah mata pisau, yang apabila semakin diasah maka akan semakin tajam. Begitu juga dalam belajar, kita bisa karena terbiasa.

Awal mengenal sekolah

 PAUD sendiri didirikan sejak 20 Februari 2008. Sesuai dengan namanya peserta didiknya yaitu mereka yang berusia 3-4 tahun. Adapun dalam pembelajarannya lebih menekankan pada “bermain sambil belajar”.

Tujuan utama adanya pendidikan anak usia dini ini tidak lain untuk mengembangkan aspek perkembangan anak itu sendiri. Misalnya melalui perkembangan kognitif yang melatih mereka untuk menggunakan otaknya dalam berfikir, kemudian perkembangan bahasa untuk melatih mereka memahami mcam-macam bahasa. Anak-anak yang masuk di PAUD ini diharapkan mampu berinteraksi dengan menggunakan bahasa yang baik dan juga benar, berlaku sopan, santun, dan patuh terhadap perintah orang tuanya. Selain itu juga bertujuan untuk mengembangkan emosional serta sosial.

Disinilah peran guru PAUD sangat dibutuhkan. Dimana mereka dituntut untuk lebih kreatif dan selalu berinovatif dalam setiap pembelajaran. Salah satunya dengan memanfaatkan benda sekitar sebagai medianya. Seperti mengenakan pakaian sesuai dengan salah satu profesi yaitu dokter. Maka, guru memakai pakaian layaknya seorang dokter lengkap dengan peralatan medisnya. Jadi, tidak harus membeli alat peraga yang baru, tetapi sebisa mungkin untuk memanfaatkan apa yang ada. Selain dituntut kreativitas, guru juga harus memfasilitasi sendiri penyelenggaraan kegiatan pendidikan ini. Hal ini cukup disayangkan. Mengingat besarnya jasa guru PAUD ini yang seharusnya mendapatkan kesejahteraan yang layak. Honor yang didapatkan tidaklah seberapa nemun, mereka harus membagi untuk membelikan beberapa peralatan menggambar, mewarnai, dan sebagainya.

Pendidikan dini ini juga sebagai pintu masuk awal untuk mulai merambah dunia pendidikan. Sebagai awal mengenal dunia pendidikan anak anak akan dipekenalkan dengan gambaran dunia pendidikan disekolah. Dimana ia harus belajar mematuhi peraturan sekolah seperti disiplin masuk, mengenakan seragam, masuk sesuai jadwal belajar, mengenal huruf, angka, lagu, dan sebagainya.

Adapun pihak penyelenggaranya yaitu pihak swasta yakni Tim Penggerak PKK. Riwayat pendidikan bagi tenaga pendidiknya sendiri minimal lulusan SMA/Sederajat. Akan tetapi, tidak serta merta hanya sampai disana. Nantinya para tenaga pendidik ini juga akan mengikuti pelatihan di tingkat kabupaten bahkan provinsi.

 Keluar dari sarang

Ketika mereka bersekolah maka ia harus meninggalkan rumah untuk mulai mengenal lingkungan yang baru, dimana ia akan bertemu guru dan teman-teman seusianya yang belum dikenal sebelumnya. Tidak jarang kita jumpai orang tua terkadang harus ikut mendampinginya. Hal ini biasa terjadi mengingat mereka masih anak-anak dan belum berani untuk sendirian. Wajar-wajar saja sebenarnya namun, tidak harus setiap hari. Mereka juga harus dibiasakan untuk terpisah sementara dari orang tuanya selama disekolah. Mungkin alasan yang mendasar yaitu canggung, apalagi bertemu dan berinteraksi dengan orang asing.

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa visi yang hendak dicapai yaitu menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter. Adapun harapan setelah mendapatkan pendidikan di PAUD ini, para peserta didik supaya dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan di atasnya yaitu TK. Sering kita mendengar pernyataan bahwa pendidikan bukanlah segalanya namun, pendidikan sebagai awal segalanya. Nah, sudah seharusnya peran pemerintah turut hadir untuk mendukung keberlangsungan PAUD ini sebagai langkah awal mempersiapkan generasi emas masa depan.

Oleh : Fitri Donayanti

Mahasiswa IAINU Kebumen

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Penyelamatan Bumi, Pengembalian KBAK [2]

Menguatkan Kesadaran Orangtua dalam Pendidikan Anak Usia Tamyiz

Related posts