6:13 am - Kamis Maret 21, 2019

Duta Wisata Kebumen, Tenggelam Di Sungai Lembupurwo, Bagaimana Konsep Savety First?

995 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News >> (18 Maret 2017) Wenni Andika Pratama, siswa SMAN Prembun kelas XI MIPA 5 tenggelam di anakan sungai Lembupurwo pada + pukul 11.00 saat membersihkan diri sehabis mandi di pantai Lembupurwo bersama teman-teman sekelasnya. Awalnya mereka berencana hendak bersih pantai di pantai Lembupurwo diwali mandi di pantai, setelah selesai mandi di laut mereka bermaksud membersihkan diri di tepi anakan sungai Lembupurwo, tetapi Andika berjalan ke tengah, kemudian ia tenggelam dan timbul. Teman-temannya menertawakan, menganggap Andika hanya guyon. Ternyata Andika benar-benar tidak bisa berenang. Setengah jam kemudian ia baru ditemukan dalam keadaan bibir dan kelopak mata sudah putih. Suryo Himawan dan Ibnu Hajar Asidiq, saksi kejadian kegiatan ini awalnya adalah kegiatan bersih pantai. Sayangnya saat mandi ke tengah korban tidak memakai alat keamanan berupa pelampung saat berenang di air dalam. Ia dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Mirit tak lama setelah dibawa ke sana.

Andika lolos menjadi Duta Wisata setelah melalui beberapa tahapan, tentu saja setelah melalui perhitungan yang matang dan bertanggungjawab. Tetapi nampaknya kemampuan berenang tidak menjadi fokus utama dalam menentukan lolos tidaknya calon Duta Wisata. Seingga Andika akhirnya lolos, meski tanpa diketahui apakah ia bisa berenang atau tidak. Dalam hal ini perlu dipertanyakan konsep Savety First yang tidak menjadi perhatian para selektor bagi calon.

Sebagai seorang duta wisata di wilayah Kebumen, di mana lokasi wisata terbanyak adalah air (sepanjang pantai, sungai, air terjun, pemandian, goa-goa berair),  seharusnya konsep kemampuan menguasai medan menjadi faktor utama untuk menentukan calon duta wisata. Sangat tragis sebagai duta wisata bahari, tetapi tidak mampu menguasai medan bahari. Maklum jika teman-temannya menganggap guyon saat ia hendak tenggelam, karena dalam konsepsi teman-temannya, seorang duta wisata, pastilah sudah lolos kemampuan berenang.

Kedua, pada saat menyelamatkan korban tenggelam, nampak bahwa korban diangkat kakinya ke atas, dan kepala di bawah, memang tidak diketahui apakah saat itu, kondisi korban dalam keadaan hidup atau sudah meninggal. Tetapi mengangkat kaki tingi-tinggi dan menurunkan kepala dengan maksud agar air di paru-paru keluar melalui mulut, tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedure (SOP) pertolongan pertama pada kecelakaan air.

Ke depan, perlu reformulasi dan rekonsepsi pemilihan duta wisata Kebumen dan perlu pendalaman kemampuan para tim penyelamat dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan air. Ketiga perlu standar keamanan bagi para duta wisata saat melakukan kegiatan berbahaya dengan memakai alat-alat pengaman di air seperti pelampung. Lepas dari itu semua, sekarang saatnya berdoa, Semoga Andika mendapat tempat di diisi Allah, (Diolah dari berbagai sumber-Kn.01)

 

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Pembangunan PLTU Batubara Rugikan Nelayan

Penyelamatan Bumi, Pengembalian KBAK [1]

Related posts