12:48 am - Rabu April 24, 2019

Radikalisme Dalam Dunia Maya, Picu Potensi Kekerasan

1748 Viewed Puji Sugianto 0 respond
Ilustrasi, Foto: Istimewa

Kebumennews >> Belakangan banyak sekali bermunculan isu yang cenderung bersifat provokatif beredar di media sosial (Medsos). Seperti isu yang sempat menjadi viral di sebuah kecamatan di Kebumen. Juga isu Pilgub Jakarta yang saat ini sedang trend, viral yang mengandung SARA terus  bermunculan menjadi provokasi di dunia maya.

Tujuan isu tersebut sudah jelas yaitu guna membuat resah dan memecah belah kerukunan yang selama ini terjalin baik, bahkan lebih parah hingga terjadi kekacauan. Tidak sedikit para tokoh masyarakat yang akhirnya angkat bicara dan tidak sedikit pula yang termakan isu yang sengaja dihembuskan. 

Munculnya citizen jurnalism dengan informasi yang minim data juga berdampak kepada perbedaan pemahaman atas informasi yang berkembang. Bahkan terkadang bersifat provokatif, mungkin dari sentimen pribadi atau dari golongan tertentu.

Hal tersebut dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memperkeruh situasi yang tengah kondusif. Jika dibiarkan hal ini ibarat bom waktu yang seketika akan meledak jika tidak langsung dikonfirmasikan kepada pihak-pihak terkait. Apabila ‘bom’ yang mereka kirim melalui Medsos maupun Sms berantai ternyata mendapat tanggapan maka misi si penyebar isu tersebut berhasil dan tentunya berakibat perpecahan.

Isu provokatif selalu memanfaatkan hal yang sangat sensitif di lingkungan masyarakat seperti suku, ras dan agama (SARA). Adu domba semacam ini kerap kali terjadi bahkan sebelum negara Indonesia meproklamasikan kemerdekaannya, keaneka ragaman suku, ras dan agama dimanfaatkan. Masyarakat akar rumput (masyarakat kelas bawah) merupakan sasaran empuk dan menjadi lahan produktif ketika seseorang ingin membuat kekacauan.

Kenapa demikian ?, karena mayoritas masyarakat Indonesia terkenal dengan istilah “masyarakat sumbu pendek” yang akan mudah meledak jika terkena percikan api. Sedikit provokasi hasilnya luar biasa, padahal belum tentu apa yang didengar, dilihat dan dirasakannya sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

Jangan mau menjadi masyarakat sumbu pendek, gunakan indera kita untuk mencari tau kebenaran yang ada. Kalau toh kita tidak mampu mencari kebenaran maka jangan sampai termakan isu yang sengaja dihembuskan.

Kita sebagai masyarakat seyogyanya bisa lebih dewasa dan jangan mudah termakan isu yang justru membuat kita terpecah belah, karena pemain dibelakang layarlah yang akan tertawa senang.

Di hari sumpah pemuda ini (28/10) marilah kita bergendengan tangan menggalang persaudaraan antar suku, ras dan agama. Ingatlah perjuangan para pendahulu kita ketika merebut negeri ini dari tangan penjajah. Dan ingatlah persatuan merupakan strategi yang berbuah kemerdekaan!. (Kn07)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Ma…

Bantul : Ledakan Diduga Berasal Dari Bom Rakitan

Related posts