7:19 pm - Sabtu Agustus 18, 2018

Mahasiswa PPL Kenalkan Dampak HIV/AIDS Dan Pernikahan Dini

926 Viewed Puji Sugianto 0 respond

Kebumen >> Mahasiswa IAINU Kebumen yang tergabung dalam kelompok PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) mengadakan seminar Bahaya HIV/AIDS dan Pernikahan Dini, dengan tema “ Pendidikan Sebagai Pondasi Bangsa Indonesia”. Kegiatan yang dilaksanakan di MTa An-Nawawi 03 Kebumen (8/10/16) dilakukan karena angka pendertia HIV/ AIDS yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dalam kurun waktu 13 tahun angka penderita HIV/AIDS melonjak cukup fantastis. Data yang terhimpun dari tahun 2003-2016 dengan jumlah penderita  593 orang. Penderita HIV dengan jumlah 225 orang, sedangkan penderita AIDS 368 orang  dan meninggal 195 jiwa.

Data terbanyak berasal dari kecamatan Gombong, kecamatan Puring, kecamatan Petanahan, dan kecamatan Kebumen. Hal ini bisa saja semakin meningkat apabila pemerintah kurang respon terhadap dinamika atau realita yang terjadi, tidak sepadan dengan slogan “Kebumen Beriman”.

Ketua panitia sahabat Abu Huseen dalam sambuatnya menyampaikan  ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, terlebih dari pihak sekolah dan dewan guru serta peserta didik. Dalam kesempatan ini panitia juga menggandeng DPRD Kebumen komisi A dan Dokter yang didaulat menjadi dokter siswa.

“Semoga dengan kegiatan ini menjadi ilmu pengetahuan bagi mereka, sehingga dapat dijadikan motivasi untuk menjaga diri dari virus HIV/AIDS dan dampak negatif pernikahan dini. Sebagai generasi bangsa, peserta didik harus mampu menjaga diri dari globalisasi zaman. Karena masa depan bangsa ini dipundak kalian.” Imbuhnya.

Dr. Inrillia Kristanti mengemukakan bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit yang mengintai dan bidikan utama adalah generasi muda. Sebagai kaum terdidik, pelajar harus mampu menjadi contoh masyarakat luas sebagai pondasi bangsa. Dan perlu diketahui bahwa penyakit  HIV/ AIDS itu tidaklah menular melalui sentuhan kulit kecuali terjadi sex bebas. Beberapa gejala klinis pada stadium AIDS antara lain, demam selama 3 bulan, diare selama 1 bulan, penurunan berat badan 10% dalam 3 bulan, batuk selama 1 bulan, jamur pada mulut, dan bercak gatal pada seluruh tubuh.

Dr. Aurina Widya Hapsari dalam pemaparan materi menyampaikan pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh salah satu pasangan berusia dibawah 17 tahun. Anehnya di Indonesia pernikahan dini marak terjadi tidak hanya di desa melainkan juga di kota.

Pernikahan dini berdampak negatif dalam berbagai aspek seperti kesehatan, psikologi, dan mental. Pada usia dibawah 20 tahun keadaan organ reproduksi belum sepenuhnya matang dan masih pada tahap pertumbuhan. Masa ini disebut masa reproduksi muda artinya meskipun dapat hamil dan melahirkan akan tetapi sebenarnya tubuh belum siap.

“Ingatlah Menikah bisa kapan saja tetapi pendidikan yang utama,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah  Afif Fauzi, ST  menyatakan bangga dan sangat mendukung program PPL mahasiswa IAINU Kebumen. Selain menambahkan  wawasan kepada peserta didik, juga mengenalkan bahaya penyakit mematikan tersebut. Dan semoga dengan adanya kegiatan seperti ini peserta didik bisa membentengi diri dan terhindar dari penyakit tersebut, dengan tidak melakukan hal-hal yang berakibat terjangkitnya HIV/AIDS. (Agus /Kn07)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Kebumen Dikunjugi Dua Menteri Sekaligus.

UMKM Harus Benahi Kemasan Dan Menjaga Mutu

Related posts