6:21 am - Kamis Maret 21, 2019

Untuk Gadis Masa Lalu

1134 Viewed kebumenn 0 respond

Puisi-puisi Karya Putu Jagat

(1)

Puisi,

Ceritakanlah perjalananku,

Kala aku mengenal apa itu cinta,

Dan kala aku dikhianati betapa sakitnya,

 

Puisi,

Ajari aku tersenyum lagi,

Saat pelita lain mau menerangi,

Hati yang sepi sendiri,

 

Puisi,

Kau tuliskan sajak kehidupan,

Antara asmara dan kebencian,

Antara kebahagiaan dan penderitaan,

Dan aku mencoba tuk selalu memaafkan,

 

Puisi,

Kau catatlahdalam buku harianmu,

Kala aku temukan pelita yang baru,

Yang menari-nari dalam hatiku,

Yang manja-manja kepadaku,

 

Puisi,

Tuliskanlah syair-syair rindu,

Saat ku tak mungkin bertemu dengan kasihku,

Kau belailah dia dengan hangat cintaku,

 

Puisi,

Kirimkan doa-doa untuknya,

Doakan cintaku dan cintanya,

Abadi selamanya.

30072013

 

 

(2)

Biarkan aku termenung dalam sepi,

Biarkan aku melukis melati,

Biarkan aku mengukir cinta dihatiku,

Biarkan aku mencintaimu semampuku,

 

Menatap indahnya langit biru,

Saat mataku masih bisa melihat bayangmu,

Saat nyawaku masih melekat pada ragaku,

Aku kan terus menyanjungmu dengan bait cintaku,

 

Aku hanya ingin kau tahu,

Bahwa hadirmu berikan nuansa terindah,

Bahwa cintamu tak akan pernah punah,

Aku akan terus mencintaimu.

12062012

 

(3)

Namamu kusebut di setiap doa,

Namamu kuucap di selisip mantra,

Namamu terucap lirih di akhir ayat cinta,

 

Kau paling istimewa,

Di antara milyaran gadis yang pernah ada,

Kau paling kukagumi,

Karena kau mampu meluluhkan hati,

Kau paling memesona,

Diantara beribu-ribu manis rerona dara,

 

Jelitamu mampu menikam hatiku,

Semburat wajahmu menerangi jiwaku,

Ramah sikapmu membuat terkesimaku,

Santun tuturmu merayu aku.

05082013

 

(4)

Seketika rindu menghampiriku,

Membuat hati ini bertanya-tanya tentang kabarmu,

Membuat otak kananku,

Merangkai imajinasi tentangmu,

 

Rindu seadanya,

Tanpa bisa kita jumpa,

Hanya bermain hembusan kata;

“Apa kabarmu di sana?’

 

Rindu sedemikian rupa,

Mengukir wajahnmu dalam jiwa,

Menerjemahkan detil arti cinta,

 

Mulut ini terbungkam,

Dan; mata ini terpejam,

Perlahan tapi pasti, aku mulai ditikam,

Kekhawatiran teramat bermacam,

 

Kau jauh di sana,

Menorehkan segala prasangka di hatiku,

Dan aku di sini memanjatkan sedala dedoa.

01092013

 

* Mas Putu Jagat tinggal di Kebumen, Jawa Tengah. Sekolah di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen Fakultas Tarbiyah semester III. Tergabung dalam organisasi Teater GeR@K IAINU Kebumen, ditempatkan pada Divisi Sastra.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Ketoprak Dangsak: Narasi Atas Nalar Sejarah [1]

Dua Cahaya Di Ujung Senja

Related posts