7:00 am - Rabu Oktober 17, 2018

Paparan TNI Panjang Lebar, Sementara Usulan Warga Waktunya Dibatasi

1047 Viewed bram 0 respond

Kebumen >> Dalam gelar rapat warga diketahui hanya ada 8 Kades yang diundang dalam pertemuan dengan delegasi dari DPR-RI ini tak menguntungkan posisi petani Urutsewu. Khususnya para pemilik tanah pesisir yang selama rentang 2 dekade telah berkembang jadi lahan pertanian hortikultura produktif. Salah satu pendamping masyarakat urut sewu Kebumen Teguh Purnomo bahkan tidak diperbolehan masuk dalam acara yang digelar tersebut padahl diketahui ialah yang selama ini mendampinggi warga urut sewu.

“Kami hanya sekedar menjalankan perintah pak, bagi yang tidak diundang dilarang masuk acara, tapi akan kami konsultasikan pada pimpinan”, Tutur petugas Satpol PP di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen sebagaimana ditiruan Teguh Purnomo.

Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI terkait penyelesaian sengketa lahan antara warga dengan TNI di wilayah Setrojenar dan sekitar pantai selatan dari Mirit sampai Buluspesantren. Dalam acara tersebut hadir Pangdam IV Diponegoro, Pemprop Jateng, Danrem Pamungkas, Bupati Kebumen beserta jajarannya, dan perwakilan warga yang menyimpan sertifikat atas lahan sengketa tersebut.

Pertemuan sempat memanas saat sebagaian warga tidak dapat masuk ruang pertemuan. Paparan TNI dan kesempatan untuk warga alokasi waktunya dianggap kurang proposional. Paparan TNI dinilai terlalu panjang lebar, sementara usulan warga waktunya sangat dibatasi. Selain itu kertas paparan TNI juga tidak disampaikan kepada perwakilan warga masyarakat.

“Semoga segera ada titik temu, karena warga pasti merasa lelah. Bisa jadi mereka kelompok orang yang doanya makbul, maka harus hati-hati dalam menyikapinya. Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad dan Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz berjanji akan membantu penyelesaian itu.” Tutur seorang warga yang enggan disebut namanya dan ia tidak bisa masuk lokasi acara. (Kn.02)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Membaca Kritis “babak akhir” Konflik Urutsewu

Rujak Seni Malam Inagurasi

Related posts