3:34 pm - Rabu Agustus 17, 0225

Jogja Fashion Week 2016: The Heritage

1000 Viewed kebumenn 0 respond

Jogja Fashion Week 2016 tahun ini mengangkat tema The Heritage yang terinspirasi dari kekayaan lokal khususnya Yogyakarta untuk lebih menjadikan sebagai kota batik. Event ini akan terselenggara pada 24-28 Agustus 2016 yang bertempat di Jogja Expo Center. Dengan rangkaian acara yang akan diselenggarakan adalah exhibition yang diikuti oleh 200 peserta dari berbagai UKM dan karya designer batik dari kota Yogyakarta dan luar daerah, fashion show dengan diikuti oleh 100 perancang busana dengan 1.500 karya busana, seminar trend forcasting oleh Irna Mutiara dan Batik Fractal oleh Frans Panjaitan, fashion design competition, pemutaran film dokumenter, dan topeng carnival.

Dalam pagelaran fashion show kali ini akan dimeriahkan oleh karya busana bekerjasama dengan pengrajin Gedang Sari Gunung Kidul yang akan berkolaborasi dengan 10 designer member IFC Jogja. Imam Pratanadi selaku kepala bidang pemasaran dinas pariwisata Yogyakarta mengatakan bahwa event ini diharapkan mampu mendorong perkembangan industri batik, menampilkan karya-karya terbaik yang diharapkan akan menjadi karya yang inovatif, dan mendatangkan banyak wisatawan dari luar daerah dan mancanegara.

Hanandukan Dahayu adalah adalah salah satu dari serangkaian acara Jogja Fashion Week yang merupakan tema Carnival Jogja Fashion Week pada tahun ini. Hanandukan Dahayu berasal dari bahasa Sansekerta, Hanandukan yang berarti penutup (kain/busana), dan Dahayu yang berarti cantik. Sehingga dapat disimpulkan, Hanandukan Dahayu adalah keindahan Indonesia yang menyeruak tatkala dikunjungi. Carnival Jogja Fashion Week akan diikuti oleh 25 kelompok dan juga akan hadir bintang tamu dari beberapa kelompok komunitas yang akan turut memeriahkan carnival pada tahun ini.

Peserta diwajibkan menggunakan batik Jogja (cap/printing) dan telah dikelompokkan sesuai dengan motif batik yang akan diangkat, motif batik yang dimaksud adalah motif kawung, ceplok, nitik, dan parang. Peserta juga diwajibkan untuk memakai batik Yogyakarta berupa batik tulis atau cap, non printing dengan ketentuan 80% batik dan 20% kain pendukung. Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2016 jam 15.00 WIB, start dari Dinas Pariwisata berjalan sepanjang jalan Maliobro dan finish di Benteng Verderburg. Perwakilan kelompok peserta carnival akan menuju JEC untuk fashion show dan pengumuman.

Laporan Wartawan #Rezafa kebumennews.com

Editor : Redaksi #Kn.02

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Alkisah: Bentuk Kepedulihan Rio Motret terhadap Cerita Indonesia

Memupuk Budaya di Perkutukan

Related posts