8:19 pm - Selasa September 18, 2018

Peringati Harkitnas PMII Gelar Aksi Damai, NKRI Dan Pancasila Harga Mati

669 Viewed kebumenn 0 respond
PMII tengah menggear aksi di tugu lawet. (Foto: Afif)

Kebumen News – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kebumen menggelar aksi di kompleks Tugu Lawet Kebumen. Tanggal 20 Mei 2016 tertulis dalam sejarah dan tidak terlupakan bagi seluruh rakyat Indonesia hingga diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Koordinator aksi Adi Setiawan menyatakan, Hari Kebangkitan Nasional ini harus menjadi momentum bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat Kebumen untuk membangun. Membangun berarti peduli bersama masyarakat dan membangkitkan semangat kehidupan berbangsa, sebagaimana cita-cita pendahulu bangsa Indonesia di hari ini 20 Mei seabad yang lalu Boedi Oetomo mengagas pendirian kesatuan organisasi sosial, ekonomi, dan kebudayaan untuk memelopori kemerdekaan.

Kebangkitan di era sekarang adalah membangkitkan semangat masyarakat untuk bangkit dan lepas dari keterbelakangan, “Karena harapan Soetomo mendirikan Boedi Oetomo yang berarti tabiat yang baik, harus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk meningkatkan martabat rakyat dan bangsa. Untuk meningkatkan martabat bangsa, harus dimulai dengan meningkatkan harkat dan martabat masyarakat yang selama ini masih mengalami ketimpangan dari sisi ekonomi, pendidikan, kesejahteraan dan keadilan.” Tandas Adi Setiwan.

Adanya Kementerian khusus yang mengurusi persoalan-persoalan masyarakat harus lebih membuat masyarakat sejahtera, makmur dan sentosa sesuai harapan pendiri bangsa Indonesia. Masyarakat hari ini mempunyai kesempatan yang luar biasa untuk meningkatkan kehidupanya dan bisa berperan besar dalam meningkatkan cita-cita luhur founding father.

Hari Kebangkitan Nasional tahun ini ternoda akibat masifnya kejahatan seksual yang terpapar di mana-mana, kejahatan seksual adalah kejahatan luar biasa yang harus dipenuhi penanganan, sikap, dan tindakan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat. “Akhir-akhir ini kejahatan seksual terhadap anak semakin marak, maka dari itu kita juga meminta kepada pemerintah untuk segera merumuskan payung hukum bagi pelaku kejahatan tersebut. Agar pelaku merasa jera dan bagi korban bisa bangkit, selayaknya hari ini yakni kebangkitan Nasional.” Tutur Eka Setyarini anggota Korpri PMII Cabang Kebumen.

Ketua Umum PMII Cabang Kebumen Agus Suroso dalam orasinya mengemukakan Kebangkitan Bangsa yang dipelopori oleh para pemuda 108 tahun yang lalu merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang hasilnya kita rasakan sampai dengan saat ini. Namun kini kebangkitan Nasional telah ternoda, banyaknya fenomena yang terjadi di bangsa ini seharusnya menjadi keresahan masyarakat itu sendiri: korupsi, gerakan radikalisme yang berkedok agama, masih beredarnya narkoba, perjudian yang semakin merajalela,  belum lagi akhir-akhir ini marak terjadi kejahatan seksual. Ini semua adalah virus yang mematikan, jangan sampai wabah ini berkeliaran merajalela, kita juga juga berpesan kepada seluruh orang tua untuk bisa mengontrol anak-anaknya jangan sampai terjerumus dalam hal yang demikian.

“Selain itu kami menuntut pemerintah Kabupaten Kebumen agar segera menyelesaikan soal kemiskinan yang masih mendapatkan peringkat No 3 termiskin di Jawa Tengah, belum lagi adanya PT. Semen Gombong yang di tolak oleh warga, pihak pemerintah harus bisa mengambil kebijakan yang tepat  dan akurat, jangan sampai rakyat menjadi korban gara-gara salah mengambil kebijakan. Belum lagi dulu ketika Bupati Kebumen berkampanye dengan slogannya “Terusna Aku Bae “, yang meneruskan bupati sebelumnya dengan slogannya “ Aku Sing Ngerti Karepmu “. Tutur Agus dalam orasi.

Menurutnya pernyataan itu menandakan bahwa bupati akan selalu bersama-sama dengan rakyat untuk memperjuangkan hak-haknya. Kita selaku bagian dari masyarakat juga akan selalu mencoba mengajak pihak-pihak terkait untuk bisa duduk bersama dengan tujuan bisa menemukan solusi yang solutif untuk mensikapi fenomana yang terjadi.

“Harapan sederhana, kita menginginkan kebangkitan nasional yang ke 108 ini kebumen bisa lebih baik, masyarakatnya makmur, sebagaimana kata slogannya yakni  “Beriman” (Bersih, indah, aman dan nyaman). Bersih dari segala kegiatan yang negative, indah dipandang, aman bagi masyarakat, dan nyaman ketika beraktifitas”. Pungkas Agus. (Kn. 02)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Geger, Penemuan Wajan Raksasa di Kutoarjo

Beda Pandangan Diskusi Rekonsiliasi 65 di UGM

Related posts