10:04 am - Jumat November 16, 2018

Peringati Harkitnas PMII Gelar Aksi Damai, NKRI Dan Pancasila Harga Mati

853 Viewed kebumenn 0 respond
PMII tengah menggear aksi di tugu lawet. (Foto: Afif)

Kebumen News – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kebumen menggelar aksi di kompleks Tugu Lawet Kebumen. Tanggal 20 Mei 2016 tertulis dalam sejarah dan tidak terlupakan bagi seluruh rakyat Indonesia hingga diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Koordinator aksi Adi Setiawan menyatakan, Hari Kebangkitan Nasional ini harus menjadi momentum bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat Kebumen untuk membangun. Membangun berarti peduli bersama masyarakat dan membangkitkan semangat kehidupan berbangsa, sebagaimana cita-cita pendahulu bangsa Indonesia di hari ini 20 Mei seabad yang lalu Boedi Oetomo mengagas pendirian kesatuan organisasi sosial, ekonomi, dan kebudayaan untuk memelopori kemerdekaan.

Kebangkitan di era sekarang adalah membangkitkan semangat masyarakat untuk bangkit dan lepas dari keterbelakangan, “Karena harapan Soetomo mendirikan Boedi Oetomo yang berarti tabiat yang baik, harus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk meningkatkan martabat rakyat dan bangsa. Untuk meningkatkan martabat bangsa, harus dimulai dengan meningkatkan harkat dan martabat masyarakat yang selama ini masih mengalami ketimpangan dari sisi ekonomi, pendidikan, kesejahteraan dan keadilan.” Tandas Adi Setiwan.

Adanya Kementerian khusus yang mengurusi persoalan-persoalan masyarakat harus lebih membuat masyarakat sejahtera, makmur dan sentosa sesuai harapan pendiri bangsa Indonesia. Masyarakat hari ini mempunyai kesempatan yang luar biasa untuk meningkatkan kehidupanya dan bisa berperan besar dalam meningkatkan cita-cita luhur founding father.

Hari Kebangkitan Nasional tahun ini ternoda akibat masifnya kejahatan seksual yang terpapar di mana-mana, kejahatan seksual adalah kejahatan luar biasa yang harus dipenuhi penanganan, sikap, dan tindakan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat. “Akhir-akhir ini kejahatan seksual terhadap anak semakin marak, maka dari itu kita juga meminta kepada pemerintah untuk segera merumuskan payung hukum bagi pelaku kejahatan tersebut. Agar pelaku merasa jera dan bagi korban bisa bangkit, selayaknya hari ini yakni