8:15 pm - Selasa September 18, 2018

Menunggu Bupati Pro Perubahan

581 Viewed Agus Nur Komentar Dinonaktifkan pada Menunggu Bupati Pro Perubahan
single-thumb.jpg
¬†Mendobrak Kemiskinan 2 Se-Jawa tengah. Pilkada langsung Kebumen 2015 awal desember nanti menjadi pintu masuk perubahan¬† peradaban masyarakat,¬† sebentar lagi “sedulur Kebumen” minggu ini pertengahan Januari 2015, kita dihebohkan dengan kemunculan 10 calon kandidat calon bupati dan wakil bupati di kebumen. Backgorund Kebumen yang miskin nomor 2 Se Jawa Tengah ini, Pangkat “Jendral Kemiskinan” yang memalukan dan tidak sama sekali menjadikan kita bangga sebagai warga Kebumen ini, menjadi nyanyian warga Kebumen sering dinyanyikan distatemenkan di acara warga Kebumen dan dialog warga Kebumen.
Lagu kemiskinan yang memalukan tanpa aransemen atau tangga nada apalagi melodi ini (pokoknya lagu ngawur). Kemiskinan nomor 2 ini sudah tahu semua dan menjadi sebuah hafalan pada rapat-rapat pemerintah dan obrolan pinggir jalan masyarakat. Berita-berita koran lokal dan internet pun meledak kemiskinan nomor 2 Kebumen ini. Berat dan berat sekali menjadi Bupati Kebumen 2015-2020 nanti.Sebenarnya apa yang dikerjakan Bupati selama ini,? selama ini, Fisik ok, 18 pasar dibangun, semua kantor dinas semua hampir di bangun.
Tetapi kenapa rakyatnya miskin.? .Harapannya bupati 2015 siapapun pemimpin Kebumen berlogo Kebumen Beriman mampu menjadikan pemimpin yang bisa merubah keadaan sistem pemerintah, sistem sosial budaya, sitem ekonomi berbasis kerakyatan serta disegala sektor. Pemimpin yang bisa menumbuhkan kebangaan diri. Kebumen dengan angka kemiskinan yang cukup parah ini perlu direvisi tetapi di REVOLUSI.
Kebumen Perlu adanya pembuangan penyakit-penyakit kronis, korupsi, KKN merajalela,dan penyakit strook politik Kebumen. 2015 angka yang cantik untuk mendidik pemerintah dan legislatif untuk bisa bekerja keras dan mampu merubah. Pemimpin sekelas Bupati memang harus dikontrol keberadaannya. Jangan dibiarkan begitu saja, karena semakin “menindas rakyat” dan membela orang kaya. Dibiarkan “jor klowor” akhirnya Bupati dengan Pede-nya yang paling pinter dan bisa, tetapi secara kualitas kinerja menjadikan Kebumen miskin 2 se Jawa Tengah.
Apakah ini strategi, ataukah ini